Jumat, 15 September 2017
SASTRA KATANYA
Apa tidak masalah jika aku tetap menulis walaupun masih terbata?
Salah? kenapa?
Apa karna sastra tidak bisa menghidupi keluargaku?
Apa karna sastra tidak bisa membuat perut ibuku kenyang?
Ah, itukan pikiranmu.
Biar kuubah ya cara berpikirmu.
Sastra tidak bisa membuat ibuku kenyang.
Tapi apa kamu tahu, dalam hati ibuku pun sastra hidup.
Apa hatimu mati rasa karena tak mampu menghidupkan sastra?
Kesusatraan mampu menghidupi hati yang mati.
Mati rasa, misalnya.
Tak apa aku tak punya pacar, asal sastra tak hilang dari hidupku.
Tak apa aku mati rasa, asal pak Sapardi tidak diam menyuarakan puisi-puisinya.
Apa aku berlebihan?
Atau hatimu yang kekurangan?
Hei,bung.
Saat kamu berdoapun, engkau sedang bersastra pada Tuhan.
Tak peduli bagaimana kalimatmu, tapi kamu lah sang pencipta doa pada Tuhanmu.
Pamulang, 2017.
Langganan:
Postingan (Atom)