Minggu, 19 Mei 2013

INILAH KEKURANGANKU

Inilah kekuranganku, mungkin kata-kata seperti itu akan membuat pasangan mu jenuh jika kita sebutkan. Namun jika kita sadari kata kata tersebut mampu melambangkan betapa merendah dan menghargainya kita. Maknanya adalah, Inilah aku yang apa adanya diriku tanpa ingin melebih lebihkan, membangga-banggakan, dan sombong.
sementara tujuannya adalah membuat kita sebagai orang yang mendengar, bisa menerima, mencintai, menyayangi, dan bahkan memahami apa yang seharusnya kita sadari.

Inilah kekuranganku.
Aku lemah, aku tak berdaya, dan aku tak punya apa apa!
namun aku punya cinta yang menguatkanku, aku punya sayang yang menyadarkanku, dan aku punya kamu yang menyemangatiku.

Motivasi kita bukanlah untuk orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri. Dengan kata lain, jangan pernah malu untuk mengatakan "Inilah kekuranganku" kepada orang yang kita cintai. karna dengan itulah mereka akan belajar mengerti, menyayangi, mencintai, dan memahami kita jauh dari kekurangan kita, bukan dari kelebihan kita.

AKU ADALAH JANJI

Apa kabarmu di sana? Apakah masih mengenalku? Aku ini Janji, Jangan bilang kamu sudah lupa. Rindukah dirimu padaku? Apakah kau ingin mengalahkan sejuknya fajar yang ingin kuhabiskan denganmu? Aku rindu padamu. Hariku lebih sering kulewatkan sendiri tanpamu. Apakah itu yang namanya kebersamaan? Rindu mana lagi yang kau lupakan.

Akhir-akhir ini, aku merasa seperti orang paling bodoh. Aku merasa hanya akulah orang terdekatmu, tapi mungkin cuma aku yang paling jauh mengerti jalan pikirmu. Anggap saja aku selalu salah dan kau yang selalu benar. Tiap detik aku lewati dengan takut, takut kehilangan dan kesepian. Tiap detik, namaku semakin memudar, tergantikan oleh keegoisan kita. Aku ingin kita berteman dengan Sabar dan Pengertian. Demi lautan terdalam, aku menyayangimu dan takutku semakin menjadi ketika ego memisahkan.

Tolong, ajari aku untuk bersahabat dengan Sabar dan Pengertian. Beri aku contoh bagaimana namaku semakin kuat, untuk pada suatu saat aku mengalahkan ombak lautan. Demi rindu yang tak terbendung ini, akan kita lahirkan anak, bernama Restu. Biar dia yang akan selalu menemani hari kita sampai tua nanti. Ah, tentu saja sampai kita berjalan dengan tumpuan tongkat kebijaksanaan. Sebentar lagi sudah berganti fajar, ya. Jadi, maukah kau mengajariku? Bukankah langkah kita ke depan lebih berat? Ajari aku, Harapan.